Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada, Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan AdvokasiTanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada, Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan AdvokasiTanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada PilkadaKelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada, Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan AdvokasiTanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Kelompok Kerja Promosi dan Advokasi Tanjung Pinang, Kep Riau : Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada
Rencana umum pengadaan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Tahun Anggaran 2017.
Pengadaan hardware dan software perangkat sistem jaringan berikut jasa pemasangan dan instalasi setting dan konfigurasi perangkat sistem jaringan serta transfer knowledge
MAKING EFFICIENT AND CLEAN PUBLIC SERVANTS:
INDONESIA AND MALAYSIA EXPERIENCES
By:
Prijono Tjiptoherijanto
Professor of Economics
University of Indonesia
ABSTRACT
In many Asian countries, public administration is in the process of considerable change and reform. Citizens in these countries have demanded faster, better, and cheaper public service. The have also demanded for more effective and efficient government. In order to meet these demands, the nation has to change its public management into more democratic, efficient, and citizen-oriented government. A civil service reform is needed in those countries with respect to their own social cultures. As a part of the bureaucratic reforms in a country, reform of the civil service is unavoidable.
Keywords : Civil Service reform; bureaucratic culture, political influenees
E-mail address : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
REFORMASI BIROKRASI ATAU REFORMASI PIMPINAN ?
Oleh : Prijono Tjiptoherijanto
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia
"Birokrat tulen adalah seorang yang benar-benar mempunyai bakat menakjubkan. Dia menulis dalam bahasa Inggris yang tidak dipahami semua orang di dunia, Dia juga memiliki kemampuan yang luar biasa untuk membuat peraturan yang sangat membingungkan dan tidak mungkin bisa dijalankan." Sindiran Henry Mencken yang ditulis pada tahun 1930 itu sangat tajam menghunjam jantung para Aparatur Negara. Birokrasi pemerintahan yang menjalankan roda pembangunan dan pelayanan masyarakat. Tidak mengherankan kalau kemudian, DR. Eko Prasojo, guru besar dari Universitas Indonesia, merasa gerah melihat prinsip-prinsip "good governance" yang menjadi acuan bagi banyak Negara di dunia, tidak berjalan di Indonesia. Mengapa semua itu berlaku? Jawabannya sederhana. Belum ada "kemauan politik" (political will) untuk secara sungguh-sungguh melaksanakan "tata kelola pemerintahan yang baik" tersebut. Lalu dari mana seharusnya "kemauan politik" itu datang? Jawabannya jauh lebih sederhana dari pertanyaannya. Dari pimpinan tertinggi suatu Negara. Jadi, mana yang perlu dilakukan lebih awal? Reformasi birokrasi atau reformasi kepemimpinan agar pemerintahan mampu berjalan baik?
Pengalaman Melaksanakan Seleksi Terbuka untuk ASN
Oleh : Sarwono Kusumaatmadja
Dalam Workshop “Getting That Selection Right”
Rabu, 3 Mei 2017 di Hotel Four Points Jakarta

Uraian di bawah ini adalah usaha saya untuk bercerita tentang pengalaman dan kesan berpartisipasi sebagai anggota tim seleksi terbuka untuk jabatan Eselon I pada pemerintahan SBY sebelum UU ASN disahkan. Pada waktu itu resistensi terhadap RUU ASN sangat besar, terutama dari jajaran birokrasi itu sendiri. Hal itulah yang mungkin menyebabkan Pak Taufiq Effendi seusai menjabat Menpan dan RB kemudian mengambil prakarsa untuk mengubah RUU ASN menjadi RUU inisiatif DPR ketika beliau menjadi anggota DPR.
Pak Azwar Abubakar selaku Menpan RB kemudian mengambil inisiatif untuk melakukan uji coba seleksi terbuka bagi jabatan-jabatan Eselon I di rumpun PAN-RB, termasuk LAN, BKN dan BPKP. Kemudian juga Depdagri untuk jabatan Sekjen.
Uji coba tersebut meliputi seluruh siklus seleksi yang sekarang sudah menjadi praktek yang sah dengan telah diundangkannya UU ASN serta Peraturan Pemerintah sebagai instrumen pelaksanaannya. Uji coba tersebut amat berguna dalam menyusun implementasi UU ASN dan juga amat berguna untuk meyakinkan Presiden SBY untuk memberikan dukungan terhadap pengesahan RUU ASN dan menghentikan kontroversi tentang RUU ASN di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Ada beberapa hal yang menarik untuk di simak menjadi “Lessons Learned” dari pengalaman kami-kami yang waktu itu diberi tugas sebagai Panitia Seleksi, yaitu :
Jakarta, 3 Mei 2017
Sarwono Kusumaatmadja
Abstract
Good governance is gradually being seen as panacea for developing countries and considered as a holistic approach for development in the development debate. The concept of good governance has been promoted, especially by the international development community i.e., World Bank, International Monetary Fund, and United Nations Development Programme.
The concept of ‘good governance’ has some of the following effective dimension, which are among all, namely : public accountability and transparency, the role of law, anti-corruption measures, civil society participation in development, and overall respect to human right. Therefore, in the implementation, a good governance concept should involves the active cooperation of three elements, which are : government, civil society, and business sector.
Keywords : Good Governance, Bureaucratic Reform, Civil Society.
E-mail address : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. (Prijono Tjiptoherijanto)
Untuk pengumuman detailnya silakan baca di sini
Yogyakarta-www.kasn.go.id - Rekomendasi yang diterbitkan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) merupakan bagian terpenting dalam penyelenggaran sistem merit dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di dalam birokrasi pemerintah. Untuk itu, rapat koordinasi dengan mitra kerja KASN yang diselenggarakan di Yogyakarta, hari ini Kamis, (12/10) adalah rangkaian dari kegiatan menindaklanjuti rekomendasi yang belum dilaksanakan oleh beberapa pemerintah daerah. Rakor yang sama sebelumnya telah dilaksanakan di Lombok dan Malang beberapa waktu lalu.
Tegal - Plt Wali Kota Tegal Jawa Tengah Nursoleh melantik 13 orang pejabat Pemkot Tegal yang sebelumnya dinonjobkan oleh Siti Masitha. Hadir dalam acara ini Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono.
Apr 02, 2018 116
Apr 02, 2018 56
Apr 02, 2018 208
Apr 01, 2018 366
Mar 29, 2018 601
Mar 29, 2018 325
Mar 28, 2018 635
Mar 28, 2018 260
Mar 28, 2018 360
Mar 28, 2018 272
Mar 27, 2018 1464
Mar 27, 2018 669
Mar 27, 2018 330
Mar 27, 2018 277
Mar 26, 2018 243
Mar 26, 2018 256
Mar 26, 2018 253
Mar 26, 2018 311
Mar 23, 2018 111
Mar 23, 2018 89
Mar 23, 2018 108
Mar 23, 2018 309
Mar 22, 2018 123
Mar 22, 2018 91
Mar 22, 2018 278
Mar 21, 2018 134
Mar 16, 2018 169
Mar 16, 2018 201